Modifikasi Saluran VIP? Ketahui Saat sebelum Adopsi
amerarentacar.com – Lumayan banyak saluran modifikasi yang dapat dipungut oleh pecinta modifikasi. Satu diantaranya VIP. “Saluran ini merujuk ke Jepang, tetapi beberapa mobilnya tidak terus-terusan dari Jepang,” sebutkan I. Besar Suhendra, kreator komune Indo VIP dan VIP Car Indonesia (VCI).
Dalam saluran VIP di Indonesia terdiri kembali jadi sejumlah kelompok bergantung dari mobilnya. Ada yang diberi nama VIP Car, Wagonis, K-VIP dan VIP Style. Walau terbagi-terbagi, tetapi topik intinya cukup seragam.
“Sebetulnya, untuk VIP ini dahulu banyak dipungut pemakaian pola-motif seperti kulit buaya, Damd, Swarowsky. Tetapi untuk sekarang ini di Indonesia mulai dibuat light. Tidak begitu bertabur pernik,” tambah Yudho Handadi, sebagai kreator di bagian K-VIP.
Kelompok Mobil
“Dapat masuk ke kelompok VIP Car yakni sedan gede dan premium. Kemampuan mesin di atas 3.000 cc dengan pendorong roda belakang,” sebutkan Gede. Masuk ke kelompok ini ibarat Lexus, Toyota Crown Royal Saloon, Jaguar, BMW seri 7, Mercedes-Benz S-Class atau Nissan President.
Dalam pada itu, Wagonis diisikan oleh tipe MPV atau Van premium. Seperti Nissan Serena, Toyota Alphard, Nissan Elgrand, Mazda Biante dan Mitsubishi Grandis. Menurut Besar, Wagonis di Indonesia tidak begitu terbatasi. Karena ada banyak digunakan untuk keluarga.
Termasuk dalam K-VIP sendiri, “Mobil berbasiskan K-Car dan kemampuan mesin tidak kurang dari 1.000 cc. Di Jepang sendiri semacam ini,” terang Yudho. Masuk ke kelompok ini Suzuki Karimun Wagon R, Kia Picanto, Hyundai Atoz.
Lantas bagaimanakah selainnya kelompok di atas? Seperti Toyota Kijang Innova, Camry, Honda Accord atau Mazda6. Walau sebenarnya lumayan banyak yang rias ala-ala VIP. Itu semua masih tetap dimuat dan masuk ke ‘kelas’ VIP Style.
Pelek
Sedapat mungkin kelihatan besar sekali bila dipasang. Untuk pemakai K-Car dapat adopsi ukuran 16-17 inci. Bahkan juga Yudho gunakan ukuran 18 inci. “Lebih bagus gunakan pelek yang bermerek dan sesuai lekuk bodi. Jauhi pelek-pelek yang bermotif sport,” tambah pria memakai kacamata ini. Agar kelihatan makin bertambah besar, dapat tentukan pola pelek yang cukup tertutup.
Dan untuk Wagonis dan VIP dianjurkan oleh Besar gunakan pelek minimum 18 inch dengan lebar sekurang-kurangnya 9,5 inci. “Jika ukuran 18 inch seharusnya yang 3 celong dan pieces. Untuk 19 inch dapat celong dan 20 inch ke atas, tidak butuh terlampau celong tetapi seirama dengan body,” sebutkan pemakai Toyota Crown Royal Saloon keluaran 2001 ini.
Dianjurkan oleh Besar, bila memakai pelek ukuran 18 inch, dapat tentukan dengan pola tangkai yang tegas. Dalam pada itu, sama ukuran 19 inch, pemilihannya tetap dengan mode tangkai dengan jumlah banyak. Lebih dari 20 inch, dapat gunakan yang sedikit terbuka. Nuansa atau dialek chrome pada pelek seharusnya ditonjolkan. Kesan-kesan VIP datang dari ornament yang mengkilau.
Bodi Kit
Untuk K-Car, “Seharusnya gunakan bodi kit yang cukup ‘gondrong’. Agar tampil lebih pendek dan tidak berbeda dengan pelek besar,” terang Yudho. Sementara itu di kelompok VIP Car dan Wagonis lebih bebas.
Bahkan juga kadangkala hanya cukup terpasang bodi kit add on telah tampil seperti VIP. Paling penting yaitu kecocokan di antara tarikan garis body dengan bodi kit. Janganlah sampai bertabrakan. Paling gampangnya, jangan kebanyakan ornament lekukan karena yang punyai body gede malah akan aneh.
“Bila memiliki ukuran besar, karena itu bodi kit cukup yang simpel saja. Tetapi jika kecil, dapat yang tebal. Pokoknya untuk menunjukkan personalitas dari fans VIP itu,” terang William Harjanto, modifikator W7 Carsmetic.
Opsi tuner sebagai ide, perlu disamakan hasrat pemilik. Yang jelas, tuner seperti Carlsson, Hamman, Alpina, Wald atau yang lain juga bisa diaplikasi. Paling penting, janganlah sampai ‘tabrakan’.
Suspensi
Riasan VIP sering kelihatan pendek, celupkan dan ceper. Ini tidak jadi kewajiban, tetapi akan kelihatan lebih ‘manis’. Tidak harus tampil dengan camber menggila, contoh sampai minus 5. Tampil sedikit celupkan, asal cocok dengan body dan pelek tetap diterima.
Untuk program suspensinya sendiri ada berbagai ragam. Dapat terus adopsi mekanisme statis, air suspension dan coilover. Dalam soal pemilihan, lebih bagus ditimbang kerugiannya dan keuntungan.
Yudho yang memakai suspensi statis di Suzuki Karimun Wagon R menyebutkan kenyamanan cukup sedikit berkurang. “Jika berjumpa jalan keriting atau benar-benar bergelombang, mobil menjadi kurang nyaman. Karenanya harus rajin cari persamaan untuk menukar per standard agar bantingan masih tetap baik,” jelasnya.
Dan untuk suspensi udara, karakternya lebih fleksibel. Pelek dapat benar-benar celupkan dan mobil dapat betul-betul rata dengan aspal. Tetapi ini cuma untuk program show ataupun waktu kumpul bersama saja.